Teman di duduk belakang ini juga segera menyadari dan mengomentari dengan gurauan budaya masyarakat Cirebon dan sekitarnya, yang memang relatif terbuka terhadap interaksi antarjenis. Obrolan dan gurauan pun terus mengalir. Tapi di balik semua itu, kejadian senyum ‘nyasar’ ini ternyata membuat perasaan baik dan menginspirasi saya hingga akhir hari itu. Kecelakaan senyum ‘nyasar’ inilah yang awalnya membuat saya melihat lebih dekat dan mencari lebih dalam hal-hal seputar senyum.
***
Senyum yang tulus akan terasa di hati, karena apa yang dari hati pasti akan ke hati juga. Senyum membawa banyak kejadian positif. Mother Teresa pernah berkata bahwa kedamaian dimulai dari senyum. Tidak tanggung-tanggung, agama Islam juga mengatakan bahwa senyum itu adalah sedekah. Jadi bisa dibayangkan berapa banyak sedekah senyum yang bisa diberikan kepada orang lain, bahkan oleh orang termiskin di dunia. Semoga Hamdan ATT tidak lagi khawatir kalau-kalau menjadi orang termiskin di dunia :)
Senyum pada manusia adalah cerminan sebagai ekspresi positif, termasuk rasa senang atau bahagia. Seorang psikolog bernama Duchenne mengamati bahwa kita dapat melihat senyum tulus yang berasal dari kebahagiaan yang sejati tidak hanya ditunjukkan dari daerah sekitar mulut saja, tetapi juga terlihat dari mata orang itu. Boleh bandingkan antara senyum anak-anak dengan senyum ‘oknum’ politisi di berbagai media. Jadi mungkin benar dikatakan ketulusan bisa dilihat dari mata, karena mata adalah cerminan hati.
Secara sosial, senyum adalah interaksi antarmanusia, digunakan untuk menunjukkan keinginan mendekat, berteman dan kerja sama. Manusia tidak perlu belajar untuk tersenyum. Anak yang buta sejak lahir tidak pernah melihat senyuman siapapun, tetapi mereka menunjukkan senyum yang sama pada situasi yang sama pula seperti layaknya anak lainnya. Apalagi senyum memiliki efek menular, bukan hanya membuat orang lain ikut tersenyum, juga memiliki efek samping membuat perasaan merasa senang atau minimal mengurangi penderitaan pada orang yang tersenyum dan orang yang disenyumi. Terbukti dari kejadian “senyum nyasar” yang saya alami.
Kehidupan kita tidak akan pernah berhenti membutuhkan senyum. Senyum adalah bahasa universal yang dimengerti oleh semua. Di tengah segala kelelahan jiwa dan kesedihan hati, senyum datang sebagai penawar. Kejadian senyum, sengaja atau tidak sengaja, dapat membuat perubahan positif di kehidupan kita. Sebagai manusia, sudah sepatutnya kita melakukan hal-hal terbaik yang bisa membuat perubahan, termasuk di antaranya ya tersenyum itu sendiri. Jadi, berikanlah senyum kita kepada seseorang hari ini.
***
Senyum tidak membutuhkan apa-apa tetapi memberikan banyak
Senyum memperkaya orang yang menerima tanpa mempermiskin orang yang memberi
Senyum memerlukan satu detik untuk melakukannya, tetapi teringat selamanya
Tidak ada yang sebegitu miskin atau lemahnya sehingga ia tidak bisa memberi senyum
Tidak ada yang sebegitu kaya atau kuatnya sehingga ia yang tidak bisa menerima senyum
Senyum tidak bisa dibeli, diminta, dipinjam, atau dicuri
Senyum hanya bisa diberikan seseorang kepada orang lain
Bila seseorang terlalu lelah untuk tersenyum, berikan dia senyummu
Sebab dia yang tidak dapat memberi senyumnya adalah yang paling membutuhkan senyum
Dan terus tersenyumlah pada dunia.
-unknown-